Kupu Kupu Buas




Kau datang bagai rembulan lembut
Dengan senyum pelipur kalut
Padahal hatimu sarang kelabu
Berpura cinta menusuk kalbu


Saat kau gelisah ucapmu rindu
Padahal hatimu penuh debu
Di balik matamu yang bersinar terang
Tersimpan niat yang penuh belang


Tanganmu halus dengan sentuhan merayu
Namun niatmu tajam bak belati kayu
Menggoda jiwa yang haus peluk
Lalu merampas hingga remuk


Setiap lelaki dijadikannya lembar kertas
Digoresnya janji lalu dibakar keras
Cinta dijadikannya alat berburu
Untuk menjarah tanpa ragu


Kalung janji dikalungkan manis
Lalu dijual di pasar tangis
Dengan alibi kasih harta direnggut habis
Banyak lelaki pun runtuh secara tragis


Tak sungguh cinta hanya memainkan
Hati demi hati ia tumbangkan
Serupa mawar dengan duri emas
Tak cantik namun memikat menyayat bebas


Si kupu-kupu menggit daging lunak
Begitu buas menghabiskan hingga kerak
Meninggalkan luka tanpa pesan
Sang lebah pun karam dalam penyesalan

....

....

....

Selengkapnya di buku "Harusnya Kita Bicara"