Kau datang bagai rembulan lembut
Dengan senyum pelipur kalut
Padahal hatimu sarang kelabu
Berpura cinta menusuk kalbu
Saat kau gelisah ucapmu rindu
Padahal hatimu penuh debu
Di balik matamu yang bersinar terang
Tersimpan niat yang penuh belang
Tanganmu halus dengan sentuhan merayu
Namun niatmu tajam bak belati kayu
Menggoda jiwa yang haus peluk
Lalu merampas hingga remuk
Digoresnya janji lalu dibakar keras
Cinta dijadikannya alat berburu
Untuk menjarah tanpa ragu
Kalung janji dikalungkan manis
Lalu dijual di pasar tangis
Dengan alibi kasih harta direnggut habis
Banyak lelaki pun runtuh secara tragis
Tak sungguh cinta hanya memainkan
Hati demi hati ia tumbangkan
Serupa mawar dengan duri emas
Tak cantik namun memikat menyayat bebas
